Artikel Serba-Serbi Terpopuler
-
Sehari Mengunjungi Kota Cirebon
Melisa Giovani, 21-06-2009 (632 hits) -
Serba-Serbi Situs Pertemanan Sosial
Winny Pratiwi dan Melisa Giovani, 26-09-2009 (604 hits) -
Resensi Film: The Fall
Setra Yappi, 29-11-2009 (599 hits) -
Thanksgiving
Melisa Giovani, 12-11-2009 (549 hits) -
Salatiga
Meyrien Janevine, 31-10-2009 (548 hits) -
Hitam ataupun Putih
Handi Cokrojoyo, 26-06-2009 (474 hits) -
PHK
Meyrien Janevine, 17-08-2009 (404 hits) -
Halloween
Melisa Giovani, 03-11-2009 (364 hits) -
Taichi
Lea Yulianna , 28-05-2010 (240 hits) -
Malang - Kota Pelajar yang Sejuk
Ephy Hae Tada, 11-07-2010 (209 hits)
| Sisi Lain Pulau "Laskar Pelangi" |
|
![]() Terima kasih kepada Andrea Hirata yang telah menjadikan Pulau Belitung mulai dikenal banyak orang berkat novel “Laskar Pelangi” beserta filmnya. Tak heran jika Pulau ini kemudian dijadikan tempat tujuan wisata baru disamping Bali, Lombok, atau tempat wisata lain yang terkenal di Indonesia. Pulau kecil yang dulu hanya dikenal sebagai sebagai penghasil timah kini sudah menjadi ikon baru bagi kepariwisataan Indonesia. Berbekal pantai-pantai berbatu granit artistik yang indah, air laut yang jernih, dan pasir putih, Pulau Belitung siap bersaing untuk mendapatkan tempat di hati para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Saya lihat sudah banyak situs yang menyediakan paket wisata yang menawarkan fasilitas menarik untuk wisatawan yang berminat mengunjungi Pulau Belitung ini. Saya senang karena pulau dimana saya dibesarkan sekarang sudah menjadi lebih hidup. Alasan utama saya menulis artikel ini karena saya ingin membagi pengalaman dan pengetahuan tentang pulau yang indah ini yang tidak hanya dilihat dari sisi pantainya saja. Pulau Belitung juga memiliki banyak hal menarik yang sungguh disayangkan apabila dilewatkan. Memang, semenjak suksesnya tetralogi novel karya Andrea Hirata yang berjudul Laskar Pelangi, banyak memberikan harapan baru bagi masyarakat dan pemerintah daerah yang begitu menggantungkan perekonomiannya melalui timah. Tampaknya hal ini juga dijadikan batu loncatan bagi para penghuni pulau seberang untuk merantau ke sana demi mendapatkan sesuap nasi. Pernah saya bertanya kepada seorang pedagang ketoprak yang berasal dari Pulau Jawa yang berjualan di dekat toko salah seorang teman saya, dia mengatakan kepada saya kalau dia baru 6 bulan pindah ke Pulau ini, dan dia sangat bersyukur sekali karena dalam waktu singkat tersebut, dia sudah bisa membeli motor meskipun dengan cara kredit. Kawasan yang ramai terdapat pada jantung ibukota Belitung yaitu kota Tanjung Pandan, letaknya berpuluh-puluh kilometer jauhnya dari kota yang digunakan sebagai lokasi syuting film Laskar Pelangi. Tidak ada lagi pepohonan rimbun seperti dalam film tersebut. Di kota ini benar-benar sudah padat. Kebanyakan rumah penduduk di sana menyatu dengan tempat usaha mereka. Di tengah kota, ada sebuah taman indah yang terdapat sebuah monumen yang merupakan lambang dari Pulau Belitung, yaitu Ikan tertusuk parang. Parang disini melambangkan alat utama petani daerah. Di seberang taman ada bangunan beratap hijau. Orang menyebut bangunan tersebut “Jam Gede”, bangunan ini merupakan kantor timah dulunya. Menurut cerita orang tua saya, kantor timah tersebut bangkrut dan kemudian bangunan tersebut menjadi terbengkalai. Dan hal tersebut pun kemudian dimanfaatkan oleh pihak lain. Pada akhirnya mereka mengadakan suatu perjanjian kontrak tempat dalam jangka waktu berpuluh-puluh tahun lamanya untuk menjadikan bangunan tersebut menjadi sebuah department store pertama di pulau ini. Dan pada akhirnya, bangunan “Jam Gede” ini sekarang sudah berubah fungsi menjadi pusat perbelanjaan semenjak tahun 2002 dengan nama Barata Department Store.Tak jauh dari taman juga terdapat sebuah tugu pahlawan yang pada dinding nya terdapat ukiran-ukiran yang menggambarkan perjuangan pahlawan melawan penjajah serta tulisan yang berbunyi “DI SINI KAMI TERSIKSA, DI SINI PULA SEMANGGAT PERJUANGAN KAMI KOBAR KAN”. Saya meninggalkan pulau ini pada tahun 2006, ketika saya lulus SMP. Merantau ke Pulau Jawa untuk mencari Sekolah Menengah Atas yang mempunyai standar kualitas Internasional yang tidak terdapat di Pulau ini. Namun hal ini bukan berarti sekolah-sekolah di Pulau ini tidak berkualitas, hanya saja sekolah disana baru menerapkan standar nasional. Ketika saya mulai bersekolah di Surabaya, ada salah seorang teman saya bertanya demikian, “Pulau Belitung sudah terjangkau listrik belum sih?”. Entah pertanyaan itu sekedar bercanda atau dia sungguh-sungguh bertanya dengan kepolosannya. Saya tidak bisa menerka apa yang dibayangkan teman saya itu tentang Pulau Belitung sehingga ia dapat mengeluarkan pertanyaan seperti itu. Bisa saja dia mengira Pulau Belitung ini merupakan pulau terpencil yang terisolisasi dari peradaban kota. Haha.. Pada kenyataannya, pulau ini sudah benar-benar maju. Pulau Belitung sudah banyak berubah. Pastikan pulau ini masuk sebagai daftar tujuan berlibur anda selanjutnya. ---- Image credit: http://www.flickr.com/photos/wafahanifah/4726789353/
|



Kawasan yang ramai terdapat pada jantung ibukota Belitung yaitu kota Tanjung Pandan, letaknya berpuluh-puluh kilometer jauhnya dari kota yang digunakan sebagai lokasi syuting film Laskar Pelangi. Tidak ada lagi pepohonan rimbun seperti dalam film tersebut. Di kota ini benar-benar sudah padat. Kebanyakan rumah penduduk di sana menyatu dengan tempat usaha mereka. Di tengah kota, ada sebuah taman indah yang terdapat sebuah monumen yang merupakan lambang dari Pulau Belitung, yaitu Ikan tertusuk parang. Parang disini melambangkan alat utama petani daerah. Di seberang taman ada bangunan beratap hijau. Orang menyebut bangunan tersebut “Jam Gede”, bangunan ini merupakan kantor timah dulunya. Menurut cerita orang tua saya, kantor timah tersebut bangkrut dan kemudian bangunan tersebut menjadi terbengkalai. Dan hal tersebut pun kemudian dimanfaatkan oleh pihak lain. Pada akhirnya mereka mengadakan suatu perjanjian kontrak tempat dalam jangka waktu berpuluh-puluh tahun lamanya untuk menjadikan bangunan tersebut menjadi sebuah department store pertama di pulau ini. Dan pada akhirnya, bangunan “Jam Gede” ini sekarang sudah berubah fungsi menjadi pusat perbelanjaan semenjak tahun 2002 dengan nama Barata Department Store.