Artikel Seni & Budaya Terpopuler

  1. Sebuah Ide Ketika Bermain Gamelan Bali
    Emmanuel Jefferson, 20-09-2009 (2625 hits)
  2. Mitologi Indonesia
    Anita Lawudjaja, 02-08-2009 (1134 hits)
  3. Jacket Potato
    Yvonne Suhareli, 24-08-2009 (693 hits)
  4. Menginggris
    Kurniawan Adi Saputro, 19-10-2009 (673 hits)
  5. Esai Budaya dalam Manga
    Anita Lawudjaja, 07-02-2010 (600 hits)
  6. Merah Putih: Benarkah Mengusung Nasionalisme?
    Jerry Hadiprojo, 25-08-2009 (562 hits)
  7. Middfest International: Celebrate Indonesia
    Emmanuel Jefferson, 09-10-2009 (538 hits)
  8. Gamelan di Tengah Kampung 2
    Handi Cokrojoyo, 15-06-2009 (486 hits)
  9. Perayaan Resepsi Diplomatik HUT RI-64 di Chicago
    Emmanuel Jefferson, 24-08-2009 (470 hits)
  10. Gamelan di Tengah Kampung
    Handi Cokrojoyo, 14-06-2009 (466 hits)

Arsip Seni & Budaya

Malam Indonesia di Northwestern University: Peluncuran Buku Marketing 3.0
ouda t ena    26-06-2010  
( 3 Votes )
  

Hari musim panas yang hangat mulai gelap. Tiba-tiba hujan rintik-rintik turun, udara musim panas Chicago bagian utara yang hangat berubah menjadi sejuk. Lalu hujan deras mengguyur kota Evanston yang berbatasan dengan Chicago. Di suburb inilah berdiri Universitas Northwestern sejak tahun 1851.

Hujan deras yang mengguyur musim panas, hampir seperti hujan bulan Desember di Indonesia tak menyurutkan niat para tamu undangan untuk menghadiri Malam Indonesia yang diselenggarakan oleh Konsulat Jendral Indonesia di Chicago, Direktorat Jendral Pemasaran Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia bekerjasama dengan Philip Kotler Center.

Gamelan yang mengalun lembut mengiringi tamu-tamu undangan yang memasuki Dining Hall dengan meja bundar yang diatur mengahadap panggung gamelan. Gamelan Serayu yang dimainkan oleh tim gamelan Konjen RI Chicago yang dipimpim oleh Bapak Ngurah Kertayuda memang sangat mendukung suasana makan malam itu. Bebagai hidangan makan malam segera disajikan dan pertunjukkan tari menemani santap malam para tamu.

Desi Anwar Mewawancarai Tamu. (dok. ouda)

Desi Anwar Mewawancarai Tamu. (dok. ouda)

Nampak hadir dalam acara malam itu adalah Bapak Benny Bahanadewa Konsul Jendral RI di Chicago beserta ibu duduk satu meja dengan Philip dan Nancy Kotler serta Hermawan Kartajaya. Di meja sebelahnya ada Desi Anwar seorang pembawa berita senior TV swasta, Shirley Malinton (Konsul Bidang Informasi dan Pendidikan), dan Agus Buana (Konsul Bidang Ekonomi). Meja lain dipenuhi tamu-tamu undangan para pebisnis dan akademisi dari seputar Illinois.

Hermawan Kartajaya memperkenalkan rencana Museum Marketing 3.0 di Ubud (dok. ouda)

Hermawan Kartajaya memperkenalkan rencana Museum Marketing 3.0 di Ubud (dok. ouda)

Empat buah tarian menemani jamuan makan malam itu. Sajian yang pertama adalah tari Cendrawasih yang dibawakan oleh Mirah dan Chika Kertayuda yang menggambarkan keanggunan burung cendrawasih dari Papua. Tari yang kedua adalah tari Topeng Arsa Wijaya dari Bali yang ditarikan oleh Janet. Tarian yang ketiga adalah adalah tari Yapong ciptaan Bagong Kusidiarjo (alm.) yang ditampilkan oleh Anna, Nidi, dan Jennifer. Tari topeng lain yang lain adalah tari Topeng Kelana dari Jawa Barat yang ditampilkan oleh Teresa Parod. Mirah dan Chika Kertayuda kembali tampil membawakan tari Ganjen yang menutup rangkaian acara tarian dan gamelan.

Acara utama dimulai dengan sambutan dari Direktur Jendral Pemasaran, Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata yang menjelaskan sekilas tentang pariwisata di Indonesia. Sesudah itu Prof. Philip Kotler menjelaskan secara singkat buku Marketing 3.0 yang ditulis bersama Hermawan Kartajawa (yang juga seorang kompasianer) dan Iwan Setiawan. Prof. Philip Kotler adalah seorang ahli marketing terkemuka di dunia dari Kellogg School of Management dan oleh Wall Street Journal dijuluki sebagai 6 pemikir bisnis paling berpengaruh di dunia. Sedangkan Hermawan Kartajaya adalah sosok ahli marketing yang tidak asing lagi yang menurut Chartered Institute of Marketing Inggris adalah salah satu suhu yang membentuk masa depan marketing.

Bermain Angklung Bersama (dok. ouda)

Bermain Angklung Bersama (dok. ouda)

Menurut Prof. Philip ini adalah era marketing 3.0 dimana konsumen mencari solusi atas berbagai masalah untuk bisa membuat dunia yang mengglobal ini sebuah dunia yang lebih baik. Dalam dunia yang carut marut ini, konsumen senantiasa mencari produk dari perusahaan yang memenuhi kebutuhan keadilan sosial, ekonomi, dan ramah lingkungan. Konsumen senantiasa mencari produk dari perusahaan yang bisa membuat perbedaan, yang berdampak positif dalam semua aspeknya.

Pada kesempatan berikutnya Hermawan Kartajaya memaparkan rencana pendirian Museum Marketing 3.0 di Ubud, Bali. Museum ini akan memasukkan perusahaan-perusahaan yang memenuhi criteria Marketing 3.0 yaitu membawa dampak pada keadilan ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam visi, misi, dan nilainya. Peserta Malam Indonesia ini mendapatkan souvenir buku ‘Ubud the Spirit of Bali’ tulisan Hermawan Kartajaya bersama Bembi Dwi Indrio. Semoga buku ini bisa saya kupas dalam tulisan berikutnya.

Acara ditutup dengan permainan angklung. Semua peserta mendapat souvenir berupa sebuah angklung dan berkesempatan memainkannya bersama sebelum pulang. Sebelum pulang para tamu antri untuk mendapatkan tanda tangan pada buku ‘Marketing 3.0’ dan ‘Ubud the Spirit of Bali’ dari para penulisnya. (artikel ini juga dipublish di Kompasiana)

Prof. Philip Kotler dan Ouda (dok. ouda)

Prof. Philip Kotler dan Ouda (dok. ouda) 

Comments
Add New
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.