Artikel Politik Terpopuler
-
Filipina - Negara tetangga kita yang lain
Fanny Surjana, 25-10-2009 (780 hits) -
Hak Pilih
Buntoro Sugianto, 14-06-2009 (721 hits) -
Polisi dan Ancaman Demokrasi
Nico Harjanto, 09-11-2009 (611 hits) -
Pelajaran dari Pemilu 2009
Emmanuel Jefferson, 02-08-2009 (530 hits) -
Pembantu dan Pemilu
Buntoro Sugianto, 13-03-2009 (495 hits) -
Negeri ‘Yang Penting Proyek’
Fadillah Putra, 04-01-2010 (479 hits) -
Hantu Holocaust: Sosok Kriminal SARA
Setra Yappi, 29-12-2009 (476 hits) -
Sri Mulyani: Mengapa Keluar Jabatan?
Fanny Surjana, 17-05-2010 (252 hits) -
Permusyawaratan Rakyat: Usaha Bersama dalam Mewujudkan Iklim Demokrasi
Joshua Agusta, 15-08-2010 (107 hits)
| Sri Mulyani: Mengapa Keluar Jabatan? |
|
|
Secara pribadi saya sangat menyayangkan mengapa Sri Mulyani beralih ke World Bank[1] di tengah-tengah masa jabatan. A very big loss for Indonesia.
Apa alasan Ibu Ani? Saya kira tentu bukan karena iming-iming gaji besar[2] atau kabur dari kasus[3] seperti beberapa pendapat. Dengan extraordinary resume yang dia punya, Sri Mulyani dengan mudah bisa masuk sektor private yang lebih menguntungkan secara pribadi. Soal kabur kasus, sudah menjadi pendapat populer bahwa kasus Bank Century ini cuma pelampiasan amarah beberapa pihak yang kurang suka kepada Ibu Ani - kasus ini tak ada untungnya untuk negara secara umum.
Saya setuju ketika teman saya suggest kurangnya dukungan belakangan ini dari DPR[4] - mirip bullying - yang mendorong keputusan Sri Mulyani untuk cabut.
Adalah sebuah fakta bahwa Indonesia sangat kekurangan good talents. DPR sebagai wakil rakyat sudah seharusnya mencoba untuk keep the talent - bukan menolak atau menyiksa. Di mata saya, banyak anggota DPR sekarang ini yang sangat kolot dan berpikir terlalu jangka pendek. Mereka terlalu takut untuk berubah - dan keputusan-keputusan yang mereka ambil didasarkan atas Politik Perasaan. Politik ini menghindari bentrokan atau kebijakan yang berpotensi menyinggung perasaan dengan segala cara - meski bentrokan itu harus terjadi untuk membenarkan situasi. Perasaan siapa? Rezim-rezim lama yang secara natural sangat resistan terhadap perubahan.
Secara natural juga Sri Mulyani, dengan pengetahuan ekonomi modern yang dia miliki, tahu bahwa dia harus kokoh, "arogan" dan "kurang ajar" (di mata rezim lama) untuk mendorong Indonesia. Kalau tidak, Indonesia akan tetap menjadi becak yang terseok perlahan di antara mobil-mobil yang ngebut. Banyak anggota pemerintahan kita yang belum mengerti mengapa perubahan itu perlu. Mereka mungkin perlu keluar dari tempurung mereka (cuma sebatas Indonesia tok) supaya ngeh seperti apa keadaan ekonomi di luar sanfa.
Di luar Indonesia, negara-negara maju sedang seru mengamati region BRIC (Brazil, Russia, India, dan China)[5] yang kemajuannya luar biasa. Di Indonesia kita juga mendapat clue tentang negara-negara baru maju seperti Korea Selatan hingga tetangga kita Malaysia dan Singapura mulai unjuk suara. Sri Mulyani menyadari potensi Indonesia, mungkin juga mempunyai visi untuk Indonesia supaya bisa dianggap penting - siapa tahu BRIC jadi BRICI.
Kemungkinan besar dia frustasi atas kejadian belakangan ini dimana setiap kebijakannya dishotdown oleh DPR. Visi dia (tentang BRICI?) sekarang susah terlaksana. Dalam perenungannya, dia berpikir sekarang ini dia bisa lebih berguna di World Bank. Lebih baik dia balik ke skala internasional dan belajar lebih banyak lagi tentang dunia ekonomi luar. Sekarang ini, negara Indonesia ini terlalu susah berubah. Sekarang ini, DPR bukan the right crowd buatnya. Buang-buang waktu. Mungkin di kala lain jika ia kembali ke Indonesia, pengetahuannya bisa menguntungkan Indonesia kembali.
Pertanyaan yang muncul di benak saya: SBY pasti sedang kalang kabut - sekarang ini, siapa yang bisa menggantikan Sri Mulyani?
Partai-partai sedang berlomba mengusulkan calon menkeu - tapi tidak diantara nama-nama yang disebut mereka terasa populer di telinga saya. Agak susah rasanya mencari seseorang dengan reputasi dan kemampuan seperti Ibu Ani. Reputasi itu dibangun bertahun-tahun dan kemampuan/talent itu langka.
Referensi:
1. World Bank Group President Zoellick Appoints Indonesian Finance Minister, Sri Mulyani Indrawati, as Managing Director, World Bank Group
2. Gaji Sri Mulyani Mungkin Mencapai 3 Milyar
3. Mbak Ani seperti Lari dari Kenyataan
4. Anas: Mundurnya Ani, Penyejuk Politik
5. BRIC
|

