Artikel Politik Terpopuler

  1. Filipina - Negara tetangga kita yang lain
    Fanny Surjana, 25-10-2009 (772 hits)
  2. Hak Pilih
    Buntoro Sugianto, 14-06-2009 (720 hits)
  3. Polisi dan Ancaman Demokrasi
    Nico Harjanto, 09-11-2009 (607 hits)
  4. Pelajaran dari Pemilu 2009
    Emmanuel Jefferson, 02-08-2009 (528 hits)
  5. Pembantu dan Pemilu
    Buntoro Sugianto, 13-03-2009 (492 hits)
  6. Negeri ‘Yang Penting Proyek’
    Fadillah Putra, 04-01-2010 (478 hits)
  7. Hantu Holocaust: Sosok Kriminal SARA
    Setra Yappi, 29-12-2009 (471 hits)
  8. Sri Mulyani: Mengapa Keluar Jabatan?
    Fanny Surjana, 17-05-2010 (247 hits)
  9. Permusyawaratan Rakyat: Usaha Bersama dalam Mewujudkan Iklim Demokrasi
    Joshua Agusta, 15-08-2010 (102 hits)

Arsip Politik

Negeri ‘Yang Penting Proyek’
Fadillah Putra    03-01-2010  
( 6 Votes )

Article Index
Negeri ‘Yang Penting Proyek’
Proyek Politik; Proyek Politis
(Menyiasati) Manajemen Proyek
Agenda Demokrasi
All Pages
  
Sudah saatnya demokrasi menjawab soal-soal praktis yang terjadi di dalam realita. Bahwa upaya untuk menempatkan demokrasi secara personifikasi –penguatan nilai, pengetahuan dan keterampilan demokratik yang dimiliki sebentuk pribadi – harus mulai diperkuat daya ubahnya pada sesuatu yan lebih tampak (tangible). Dan bila kita berbicara tentang sesuatu yang paling tampak hari ini dan setiap hari maka kita akan berbicara tentang sebuah simbol kolosal yang berusia hampir 3000 tahun, yaitu Uang. Uang dan negara, dua simbol yang tak lekat secara epistomologis tapi telah menimbulkan beribu masalah dan memakan berjuta korban.

Uang adalah representasi sumber daya, dan negara sesungguhnya hadir untuk membuat proses saling rebut sumber daya ini dapat berlangsung secara beradab (civilized). Lalu negara membuat sebuah desain yang dinamakan dengan APBN/D (state/local finance). Idenya adalah dengan adanya fungsi otorisasi, perencanaan, pengawasan, alokasi, distribusi, dan stabilisasi maka pendistribusian sumber daya nasional akan dapat dirasakan secara proporsional dan memiliki visi. Untuk mendistribusikan uang yang telah diakumulasi APBN/D menyalurkannya dalam bentuk “proyek”.

Persoalannya adalah APBN/D saat ini telah menjelma rupa menjadi lumbung proyek yang keropos tapi dijaga oleh para serdadu perkasa. Sementara politik merupakan free pass agar dapat melalui para penjaga sehingga mereka yang memiliki cukup akses ke politik maka terbuka ruang untuk masuk ke dalam lumbung proyek. Inilah yang membuat kaitan antara politik dan proyek menjadi sesuatu yang menarik untuk di kaji sebagai salah satu dari berjuta masalah yang ada di negeri ini. Dan ketika banyak epidemi ditemukan di tengah proses difusi antara politik dan proyek, apa yang bisa dilakukan oleh demokrasi?
 


Comments
Add New
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.