Artikel Ekonomi Terpopuler
-
Beli Makanan Organik Atau Tidak?
Melisa Giovani dan Winny Pratiwi, 18-08-2009 (750 hits) -
Microlending: Solusi Bisnis Wirausaha Indonesia
Robert Ongko, 04-10-2009 (724 hits) -
Ikan Layur di Kawah Ijen
Fadillah Putra, 14-06-2009 (699 hits)
| Microlending: Solusi Bisnis Wirausaha Indonesia |
|
|
Yaw, seorang tukang kayu di Ghana, Afrika sedang ingin mengembangkan bisnis pengecatannya. Bapak yang mempunyai dua putri ini sedang bingung bagaimana dia bisa mendapatkan pinjaman uang. Meminjam uang dari bank lebih banyak masalah daripada untungnya, bunga yang tinggi, butuh jaminan juga, mana untung dagang juga pas-pas an juga. Yaw berpikir kalau dia bisa mendapatkan cukup dana untuk memberi materi cat dalam bentuk bulk dia bisa memperbesar bisnis pengecatan dia. Di tengah-tengah kebingungannya, dia menemukan Kiva, sebuah institusi microlending dari Amerika Serikat. Cara bekerja Kiva adalah dengan memberi pinjaman dana kepada pemilik-pemilik bisnis kecil di negara-negara berkembang atau belum berkembang, seperti Afrika, Amerika Latin, India dan sebagainya. Para pemilik bisnis kecil ini sudah terlebih dahulu disaring oleh Partner Kiva di negara tersebut untuk melihat kalau bisnis-bisnis ini dapat berjalan atau berpotensi untuk hidup. Dengan demikian bisnis-bisnis tersebut bisa membayar kembali pinjaman mereka. Apakah itu microlending? Microlending adalah pinjaman-pinjaman dana kecil untuk para pengusaha yang kurang mampu untuk memberi mereka kesempatan untuk mengembangkan usaha mereka. Para pengusaha kecil ini sering kali tidak mempunyai jaminan, sumber pendapatan yang mantap atau kredit yang bagus yang membuat mereka susah untuk meminjam uang dari bank. Microlending adalah alat untuk mengembangkan sosial ekonomi di negara-negara berkembang atau negara kelas tiga. Ini adalah diagram cara kerja microlending Kiva:
![]() Menurut statistik hanya 2% dari peminjam Kiva yang tidak bisa membayar pinjaman kembali. Menurut saya itu presentase yang cukup bagus. Juga kreditor biasanya meminjamkan dana dalam jumlah kecil untuk mengurangi resiko, akan tetapi karena banyak kreditor untuk satu pengusaha, pengusaha itu bisa memenuhi dana yang mereka butuhkan, yang bisanya di bawah $1000 USD. Apa kemudian untungnya buat kreditor? Mereka khan sebenarnya tidak menerima bunga apa-apa dari peminjaman ini. Sesuai dengan prinsip microlending, pada kreditor mendapatkan kepuasan dari kemampuan untuk membantu orang-orang yang berkurangan. Kreditor mendapatkan kepuasan dari melihat bahwa mereka bisa memperbaiki hidup orang lain, memberi mereka kesempatan untuk mendapatkan hidup yang layak dan sejahtera. Coba kita bayangkan kalau Kiva atau organisasi microlending yang lain mempunyai Partner-Partner lebih banyak di Indonesia untuk membantu bisnis-bisnis kecil di Indonesia. Pengusaha-pengusaha kecil di Indonesia bisa menjalankan bisnis mereka, seperti para nelayan, toko kelontong, tukang jahit, pengerajin, dsb., tanpa harus meminjam uang dari bank yang berbunga tinggi atau dari lintah darat yang ingin mengekang hidup mereka. Para pengusaha kecil tersebut bisa mempunyai kondisi hidup yang baik, mereka bisa mempunyai bisnis yang bisa berjalan terus dan bisa mencukupi kebutuhan keluarga mereka, bisa mampu membawa keluarga mereka yang sakit ke dokter atau membiayai anak-anak mereka ke sekolah.
Mungkin teman-teman yang berada di Indonesia yang terbeban dengan nasib pengusaha kecil di Indonesia bisa menjadi Partner di Indonesia untuk organisasi microlending. Dengan digabung bersama koperasi unit desa, konsep microlending ini akan memberi alternatif dan suplemen buat para pengusaha kecil di Indonesia. Juga, teman-teman lain yang mempunyai keuangan lebih mungkin bisa membantu dana organisasi microlending untuk meningkatkan kesejahteraan pengusaha bisnis-bisnis kecil di Indonesia. Seperti kata pepatah: “Sedikit-sedikit, lama-lama jadi bukit.” Semakin banyak orang-orang yang ingin membantu bisnis kecil di Indonesia, semakin cepat meningkat kesejahteraan mereka.
|



