Artikel Ekonomi Terpopuler

  1. Beli Makanan Organik Atau Tidak?
    Melisa Giovani dan Winny Pratiwi, 18-08-2009 (751 hits)
  2. Microlending: Solusi Bisnis Wirausaha Indonesia
    Robert Ongko, 04-10-2009 (724 hits)
  3. Ikan Layur di Kawah Ijen
    Fadillah Putra, 14-06-2009 (699 hits)

Arsip Ekonomi

Beli Makanan Organik Atau Tidak?
Melisa Giovani dan Winny Pratiwi    17-08-2009  
( 4 Votes )
  

Dalam sepuluh tahun terakhir, warga dunia sepertinya semakin marak membeli makanan organik. Penjualan global makanan organik terhitung $22.75 bilyar pada tahun 2007, dengan pertumbuhan lebih dari dua kali lipat dibanding lima tahun sebelumnya.[i] Konsumen utama makanan organik di dunia adalah warga-warga negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis.

Apa sih maksudnya makanan organik? Kata “organik” artinya cara para petani menanam dan memproses produk pertanian (termasuk hewan ternak) dengan tujuan untuk melindungi alam dan berupaya mengurangi polusi udara. Pupuk tanaman organik terbuat dari produk alami seperti kompos dan kotoran hewan. Untuk mencegah hama, petani  menggunakan bantuan serangga dan burung yang memang sumber makanannya adalah hama-hama tersebut. Ternak organik diberikan makanan alamiah yang seimbang, tidak dibatasi oleh kandang, dan tempat peternakan yang bersih. [ii] Masih belum ada bukti bahwa makanan organik lebih bergizi dibanding buah, sayur, dan produk hewan biasa. Bahkan, soal rasa pun, kebanyakan orang tidak bisa membedakannya. Satu fakta kuat yang mendorong orang untuk memilih makanan organik adalah kepedulian mereka untuk menjaga lingkungan. Praktek menanam tanaman dan menternakkan hewan dengan metode organik memang terbukti mengurangi polusi udara dan menghemat penggunaan air dan tanah.

Melihat peningkatan permintaan makanan organik di negara-negara maju, bagaimana dengan perkembangan pasar makanan organik di Indonesia? Ternyata permintaan konsumen untuk makanan organik di Indonesia  juga turut meningkat. Menurut Yayasan Bina Sarana Bakti, salah satu produser  buah dan sayur-sayuran organik terbesar di Jawa Barat, permintaan dalam negeri meningkat dari 70 ton di tahun 2001 menjadi 100 ton di tahun 2004. Permintaan makanan organik lebih banyak datang dari penduduk di kota-kota besar di Indonesia, di mana penduduknya memiliki tingkat penghasilan  dan tingkat kesadaran akan kesehatan yang lebih tinggi.[iii]Dan juga, untuk mendapatkan makanan organik ternyata bukanlah hal yang sulit bagi penduduk Indonesia.  Banyak petani-petani Indonesia yang lebih memilih pertanian cara tradisional  dan tidak menggunakan bahan-bahan kimia. Hal ini dikarenakan mahalnya harga pupuk buatan dan pestisida, sehingga para petani tidak mampu untuk membelinya.[iv] Ketersediaan makanan organik juga dipermudah dengan bermunculannya distributor buah dan sayur-sayuran organik di kota-kota besar di Indonesia yang menyediakan jasa antar langsung ke depan pintu para konsumen.[v]

Prospek yang bagus untuk pasar makanan organik bukan? Tetapi pertanyaan selanjutnya adalah mengapa belum semua penduduk Indonesia mengkonsumsi makanan organik? Harga makanan organik yang lebih tinggi adalah salah satu kendala yang paling jelas, melihat tingkat kemiskinan penduduk Indonesia yang masih tinggi. Kendala yang lain adalah masih kurangnya gerakan-gerakan kepedulian lingkungan di Indonesia dan pemasaran publikasi yang menjelaskan bahwa permintaan makanan organik dari konsumen dapat berpengaruh besar untuk pelestarian lingkungan. Keberadaan para petani organik sangat bergantung kepada permintaan konsumen yang dapat melindungi pasar buah dan sayur-sayuran organik karenanya lemahnya perlindungan pemerintah atas hak-hak petani untuk menentukan harga jual hasil jerih payah mereka. 

Untungnya, krisis ekonomi kali ini telah memaksa sebagian petani yang biasanya menggunakan pupuk buatan untuk memilih pupuk alami.[vi] Petani tidak hanya mengurangi ongkos produksi panganan, tetapi mereka juga bisa mendapat keuntungan margin yang jauh lebih besar karena hasil panen yang dilabel sebagai produk organik. Tentunya dengan lebih banyaknya produksi hasil panen organik, konsumen juga mulai bisa tertarik untuk membeli produk organik. Untuk mengurangi pandangan negatif konsumen tentang harga produk organik yang biasanya 30% lebih mahal dibanding harga produk biasa, pemerintah hendaknya turun tangan dalam mempromosikan faedah produk organik yang dapat membantu melestarikan lingkungan kita. Kampanye nasional yang sebesar kampanye keluarga berencana dua puluh tahun yang silam mungkin bisa diterapkan. Pertemuan kecil di kelurahan atau balai kota bisa dilaksanakan untuk menyampaikan pengetahuan makanan organik kepada rakyat. Indonesia juga bisa belajar dari Amerika Serikat yang supermarketnya menyisipkan informasi nutrisi di atas rak produk organik tersebut. Subsidi untuk pupuk atau makanan ternak juga bisa diberikan kepada petani yang bercocok tanam atau mengembang biakkan produk organik.

Tampaknya masa depan makanan organik di Indonesia bisa ditingkatkan hingga setara dengan negara-negara lain yang telah lama mengkomsumsi makanan organik. Hal ini dapat terjadi jika pemerintah bisa memberikan sarana moneter dan marketing yang pantas untuk menyokong pertumbuhan makanan organik tersebut.Tentunya kita sebagai warga Indonesia juga harus lebih terbuka untuk mencoba produk yang relatif baru di telinga kita tersebut. Marilah kita mulai membeli makanan organik, yang di jangka panjang bisa membantu melestarikan tanah air ini. Dengan itu, kita juga secara tidak langsung memberikan kesempatan kepada generasi anak cucu kita untuk menikmati keindahan tanah air kita yang subur ini.

Comments
Add New
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
Aldo  - Untungnya buat pemerintah? |19-08-2009 10:38:22
Di artikelnya disebutkan klo pemerintah seharusnya mendukung dan membantu
"promosi" organic food... tp apa untungnya buat pemerintah?

Klo di US, banyak lobbyist yg memberikan uang ke berbagai pihak... tp apa insentif
pemerintah indonesia untuk mendukung gerakan makanan organik?
Winny  - Untungnya buat pemerintah? |19-08-2009 21:27:15
Well, dukungan ke makanan organik bisa dijadikan proposal yang bagus. Kalo diliat dr sisi
ekonomi, permintaan makanan organik yang tinggi dr luar negri dapat menjadi salah satu
potential pemasukan buat negara.
Handi Cokrojoyo |23-08-2009 16:30:48
itu bukannya memang sudah dimonopoli pihak2 tertentu ya kalo di indo? rasanya sih potensi
profitnya besar cuman ga ada yg masuk ke negara saja.

hasil alam yang sudah ada pun, ya mestinya sangat besar itu, tetap tidak memakmurkan
negaranya.
winny |24-08-2009 08:42:28
Sebenernya tidak menjadi masalah, apakah pasarnya dimonopoli atau diatur negara. Tapi,
memang benar, perkembangan suatu pasar, bagaimanapun bentuknya, tidak selalu menjamin
kemakmuran suatu negara. Kalo dalam kontex artikel di atas, berkembangnya pasar makanan
organik di Indonesia tidak dpt menjamin kemakmuran para petani.
Handi Cokrojoyo |24-08-2009 13:45:25
Kalau begitu, apa jangan2 sih sebenernya sudah agresif pemasaran organik indonesia. Cuman
ya masalahnya gak berhubungan dengan kemakmuran ataupun kas negara.